LAPORAN
PRAKTEK
KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) ADMINISTRASI PERKANTORAN
DIKANTOR
PT.PLN (PERSERO)
RAYON
MUARA BULIAN

Disusun
Oleh
KELAS : XI
ADMINISTRASI PERKANTORAN
PEMERINTAH KABUPATEN
BATANGHARI
SEKOLAH
MENENGAH KEJURUAN (SMKN) NEGERI 1 Batanghari
DINAS PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN
TAHUN
AJARAN 2014/2015
LEMBAR
PERSETUJUAN OLEH DUNIA KERJA
Laporan ini
telah disetujui oleh Institusi Prakerin :
Diterima Tanggal :
Disetujui Tanggal :
Mengetahui,
Manajer Pembimbing Praktik
Arlin
jihar sihombing Yekti
kurniasih
LEMBARAN PENGESAHAAN OLEH SEKOLAH
Laporan ini
telah disahkan oleh pihak sekolah
Diterima tanggal :
Disetujui tanggal :
Ketua pokja Prakerin Guru
Pembimbing
Mengetahui
Kepala SMKN 1 Batanghari
Zesra,S,Pd M.Pd
NIP.196611011990031004
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahman nirrahim. Assalamualaikum, Wr. Wb.
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya
Laporan Hasil Kerja Siswa pada PT.PLN (PERSERO) Rayon Muara Bulian Tahun
Pelajaran 2015/2016 ini.
Penyusun
menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas bantuan dan bimbingannya dalam
menyelesaikan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda , terutama kepada yang terhormat
:
1. Bapak arlin
jihar sihombing selaku manager PT.PLN(PERSERO) Rayon Muara Bulian yang telah
memberikan izin dan tempat dalam pelaksanaan PSG
2. Bapak
Zesra,S,Pd M.Pd Selaku kepala SMKN 1 Batanghari
3. Seluruh
panitia pelaksanaan POKJA PSG/Praktik siswa
4. Ibu sukar
salawati,S.Pd, selaku Kepala program studi Administrasi perkantoran
5. Ibu Yekti
kurniasih selaku pembimbing praktik yang telah memberikan bimbingan dengan
tulus dan ikhlas, Sangat baik selama PSG;
6. Ibu
Dra.sukarsalawati selaku pembimbing praktik dari SMK negeri 1 Batanghari;
7. Bapak/Ibu
baik dari SMK negeri 1 Batanghari maupun yang berada di tempat prakerin yang
telah memberikan dukungan moral;
8.
Orang tua yang senantiasa
memberikan dukungan serta do’a dalam kegiatan prakerin ini;
Laporan ini
merupakan wujud tanggung jawab penyusun secara tertulis atas pelaksanaan
Praktik Kerja Siswa dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda. Penyusun menyadari
bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan
saran, yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan. Semoga laporan ini
dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang membacanya. . Akhirul Kallam
Wassalamualaikum, Wr. Wb.
kamis , 2 April 2015
Penyusun
Ahmad yani
DAFTAR ISI
KOVER
DEPAN…………………………………………………………………………………………………….………
LEMBAR
PERSETUJUAN OLEH DUNIA KERJA………………………………………………………..………
LEMBAR
PENGESAHAN OLEH SEKOLAH………………………………………………………………….……
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………………
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………………………………………….……………
BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………………
A.
Latar Belakang……………………………………………………………………………..………………………
B.
Dasar Penyelenggaraan Praktik Kerja…………………………………………..………………………
C.
Tujuan…………………………………………………………………………………………….……………………
1.
Tujuan Umum………………………………………………………………………..…………………
2.
Tujuan Khusus…………………………………………………………………………..………………
D. Manfaat Praktik Kerja Industri………………………………………………………………..……………
BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK……………………………………………………………………………….…………………
A.
Waktu Pelaksanaan …………………………………………………………………………..…………………
B.
Tempat Praktik………………………………………………………………………………..……………………
C.
Pembimbingan………………………………………………………………………………..……………………
D.
Kegiatan…………………………………………………………………………………………..……………………
E.
Hasil yanhg diperoleh……………………………………………………………………………………………
F.
Permasalahan yang dihadapi………………………………………………………..………………………
G.
Gambaran Umum Tempat Praktik…………………………………………………..……………………
1.
Visi dan misi PT.PLN Rayon Muara bulian………………………………………………….
2.
Motto PT.PLN Rayon Muara Bulian…………………………………………………………..
3.
Sejarah PT.PLN Rayon muara bulian…………………………………………………………
4.
Nama-Nama karyawan PT. Rayon PLN
Muara Bulian………………………………
5.
Struktur organisasi PT.PLN Muara
Bulian…………………………………………………
6.
Tugas pokok dan fungsi
organisasi………………………………………………………….
H. Dll………………………………………………………………………………………………………………………………….
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………………………………………………
A.
Kesimpulan………………………………………………………………………………………………..…………
B.
Saran-saran…………………………………………………………………………………………….……………
1.
Untuk sekolah………………………………………………………………………..…………………
2.
Untuk Siswa yang akan praktik…………………………………………….……………………
`LAMPIRAN…………………………………………………………………………………………………………………………
A. Instrumen Praktik Kerja (Siswa)......................................................................
1. Identitas Siswa..............................................................................................
2. Tata Tertib....................................................................................................
3. Kompetensi Keahlian...................................................................................
4. Agenda/jurnal Kegiatan Praktik
Siswa........................................................
5. Catatan Pembimbing....................................................................................
6. dll.................................................................................................................
B. Instrumen Selama Praktik Kerja (Dunia
Kerja)...............................................
1. Kehadiran Siswa...........................................................................................
C. Bukti Belajar.....................................................................................................
1.
Mengaplikasikan
keterampilan dasar kominikasi
2.
Menerapkan
keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)
3.
Mengoperasikan
aplikasi perangakat lunak
4.
Mengelola
peralatan kantor
5.
Melakukan
prosedur administrasi
6.
Menangani
penggandaan dokumen
7.
Menangani
surat/dokumen kantor
8.
Mengelola
sistem kearsipan
9.
Membuat
dokumen
10.
Memberikan
pelayanan kepada pelanggan
11.
Mengelola
data/informasi ditempat kerja
12.
Mengaplikasikan
administrasi perkantoran di tempat kerja
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam
bab ini secara berturut-turut akan di bahas mengenai latar
belakang,Dasar,tujuan pengertian praktik kerja siswa dalam rangka pendidikan
system ganda(PSG).
A.
Latar belakang
Pelaksanaan
Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) adalah sebagai perwujudan bentuk dari
kebijakan Link and Match yang
prosesnya dilaksanakan di dua tempat, yaitu di sekolah dan di industri (DU /
DI). Upaya ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) untuk mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan tuntutan
industri. Didasari dalam rangka
meningkatkan wawasan pengalaman belajar dan penguasaan keterampilan serta
mencetak lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ahli dan terampil, antara
lain diperlukan adanya upaya berbagai aktivitas belajar, baik di dalam maupun
di luar.
Salah satu
upaya mewujudkan hal tersebut, yaitu menyelenggarakan program praktik kerja
siswa dalam rangka pendidikan system ganda (PSG) di dunia kerja terkait sesuai
dengan program keahlian yang telah di tetapkan oleh sekolah yang berguna
sebagai kesempatan pengenalan dan pelatihan langsung tentang dunia kerja.
Harapan utama dalam pelaksanaan prakerin di dunia
industri disamping keahlian profesional kerja sesuai dengan kebutuhan (DU /DI),
siswa juga memiliki etos kerja yang meliputi : kemampuan bekerja, motivasi
kerja, disiplin waktu dan kerajinan dalam bekerja.
Praktik kerja industri (PRAKERIN)
merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan
sistematika dan sinkronisasi antara program penguasaan keahlian yang telah
diperoleh melalui bekerja langsung di dunia usaha atau di dunia industri dengan
dunia pendidikan.
SMKN 1 Batanghari merupakan
sekolah yang terdiri dari lima jurusan, yang
salah satunya Administrasi Perkantoran. Selama tiga tahun bersekolah di SMKN 1 Batanghari para siswa dibekali ilmu dan
keterampilan dibidangnya masing-masing dan lulusannya disiapkan menjadi tenaga
kerja di dunia industri yang tentunya akan menjadi cakap, terampil, bertanggung
jawab dan berkompetensi.
Sebagai salah satu pengalaman yang berharga dalam
dunia tenaga kerja dan sebagai syarat kelulusan yaitu melaksanakan praktik
kerja industri (PRAKERIN) di perusahaan atau instansi yang relevan dengan ilmu
yang didapat dari Sekolah Menengah Kejuruan.
Pendidikan Sistem Ganda
(PSG) di adakan dalam rangka menyambut datangnya pasar bebas tingkat asia
maupun dunia sehingga siswa sudah siap dalam menghadapi dan berada didalamnya.
SMKN 1 Batanghar membuat program yaitu lamanya prakerin dan waktu
pelaksanaan prakerin. Program tersebut sangatlah penting untuk pengembangan
kompetensi peran siswa dan untuk bisa belajar dan mengenal dunia industri.
Adapun lama pelaksanaan praktik kerja industri
selama tiga bulan dan waktu pelaksanaannya pada awal semester Empat.
B.
Dasar penyelenggaraan praktik kerja
Penyelenggaraan praktik kerja dalam rangka
pendidikan system ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di dasarkan
atas ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam :
1.
Undang-undang
No.20 Tahun 2003, tentang system Pendidikan Nasional.
2.
Undang – undang No. 2 Tahun 1989,
tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3.
Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990,
tentang Pendidikan Nasional.
4.
Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun
1992, tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan
Nasional.
5.
Keputusan Mendikbud No. 080 / U / 1993,
tentang Kurikulum SMK.
C.
Tujuan
1.
Tujuan umum
Tujuan praktik kerja siswa pada dunia kerja adalah sebagai berikut ;
a)
Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian professional, yaitu
tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja
yang sesuai dengan ketentuan kebutuhanan dunia kerja.
b)
Meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
yang berkualitas / professional.
c)
Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai
dari proses pendidikan.
d)
Membekali siswa dengan pengalaman kerja yang sesungguhnya dalam dunia
kerja dan masyarakat.
e)
Memantapkan kedisiplinan dan tanggungjawab siswa dalam melaksanakan
tugas serta mendorong siswa untuk berjiwa wirausahawan dan mau bekerja.
f)
Merupakan
salah satu syarat untuk mecapai kesempurnaan sebagai siswa Sekolah Menengah
Kejuruan.
2.
Tujuan khusus
a)
Menyiapkan siswa untuk belajar bekerja secara mandiri maupun bekerja
dalam satu tim dan mengembangkan potensi serta kreatifitas sesuai dengan minat
dan bakatnya masing-masing .
b)
Meningkatkan status dan kepribadian siswa sehingga mampu berinteraksi,
berkomunikasi dan memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin yang tinggi.
c)
Memberikan kesempatan bagi para siswa yang berpotensi untuk menjadi
tenaga kerja terampil dan produktif berdasarkan pengakuan standar profesi.
D.
Tujuan pembuatan laporan
Sesuai Kurikulum yang berlaku di SMK pada umum nya , maka siswa kelas XI di wajibkan untuk melaksanakan
praktek kerja industri pada instansi /industri pemerintah maupun
swasta.Pembuatan Karya tulis ini merupakan suatu laporan dan salah satu bukti
otentik yang menyatakan bahwa siswa telah melaksanakan praktek kerja instansi
(PRAKERIN) di instansi. Adapun tujuan dari pembuatan laporan ini adalah sebagai
berikut :
1.Melatih diri untuk
membuat karya tulis ilmiah berupa laporan kegiatan dengan baik dan benar.
2.Meningkatkan kemampuan
siswa dalam mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di dunia
kerja.
3.Agar
perusahaan/lembaga/instansi mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan siswa
peserta Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
4.Laporan di susun untuk
memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir
Nasional.
5.Menginterventarisasi
Kegiatan-Kegiatan yang telah di laksanakan di dinas tersebut.
6.Meneliti dan
menganalisa hasil-hasil kegiatan yang telah di laksanakan di dinas.
7.Laporan disusun sebagai
dokumen atau catatan siswa yang akan di jadikan bahan penilaian ujian
8.Laporan di susun untuk
dijadikan bahan bacaan di perpustakaan.
E.
Manfaat
Praktik Kerja Industri
1)
Menambah
wawasan kepada siswa yang melaksanakan praktik kerja industri.
2)
Menambah
pengalaman bagi siswa dalam bekerja didunia industri.
3)
Terjalinnya
hubungan silaturahmi antara sekolah dan instansi terkait.
4) Menjadikan
siswa lebih bisa bersosialisasi didunia kerja sehingga siswa lebih mengenal
dunia usaha.
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK
Dalam bab II ini akan diuraikan mengenai hasil-hasil dari pelaksanaan Praktik Kerja Siswa
SMK Negeri 1 Batanghari pada kantor PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN
A. Waktu Pelaksanaan
1.
Lama
Praktik
: 12 Minggu (3 Bulan)
2.
Dimulai tanggal
: 15 Januari 2015
3.
Diakhiri
tanggal : 2 Maret 2015
Dalam melaksanakan Pendidikan Sistem
Ganda ( PSG) sesuai dengan yang telah di tentukan yaitu tanggal 15 Januari sampai
dengan 2 Maret 2015. Adapun jadwal kegiatan jam kerja adalah sebagai berikut :
Hari
|
Jam
Masuk
|
Jam
Istirahat
|
Jam
Pulang
|
Minggu
|
Libur
|
Libur
|
Libur
|
Senin
|
08.00
WIB
|
12.00
WIB
|
16.00
WIB
|
Selasa
|
08.00
WIB
|
12.00
WIB
|
16.00
WIB
|
Rabu
|
08.00
WIB
|
12.00
WIB
|
16.00
WIB
|
Kamis
|
08.00
WIB
|
12.00
WIB
|
16.00
WIB
|
Jum’at
|
08.00
WIB
|
12.00
WIB
|
16.00
WIB
|
Sabtu
|
Sekolah
|
-
|
Sekolah
|
B.
Tempat Praktik
1.
Nama Instansi : PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN
2.
Alamat Lengkap
: Jln.Jend.Sudirman Muara
Bulian Kode Pos 36615
3.
Nama Pimpinan : Arlin Jihar
Sihombing
IDENTITAS DUNIA USAHA
1. Nama Dunia Usaha/
Industri
: PT.PLN RAYON MUARA BULIAN
2. Jenis
Usaha : Pelayanan Masyarakat
3. No.
Telepon/Fax
: (0741) 21512
4. Nama
Pimpinan : Arlin Jihar
Sihombing
5. Nama Pembimbing
DU/DI : Yekti
Kurniasih
6. Nama Pembimbing
Sekolah
: Dra.Sukarsalawati
7. Bagian / Devisi /
Lokasi
:
ü SPV. TEKNIK
ü SPV PP & ADMINISTRASI
ü SPV. TRANSAKSI ENERGI
ü Operasi Distribusi
ü Pelayanan Pelanggan
ü Pengendalian Susut & PJU
ü Pemeliharaan Distribusi
ü Akuntansi & Keuangan
ü Pembacaan Mtr & P.Rekening
ü Administrasi Teknik
ü AO. Administrasi Umum & K3
ü Pemeliharaan APP
C. Pembimbingan
Pembimbing
berasal dari guru sekolah yang ditunjuk oleh sekolah dan berasal dari Instansi
tempat Pelaksanaan Praktik Kerja Siwa serta bertanggungjawab untuk melaksanakan
pembimbingan Praktik Kerja Siswa.
1. Nama
Pembimbing
a.
Dari Sekolah : Dra.Sukarsalawati
b.
Dari instansi
: Yekti Kurniasih
2. Jadwal dan
Bentuk Bimbingan
a.
Jadwal Bimbingan : Berkala (setiap 1
bulan)
b.
Bentuk bimbingan :
1)
Dari Sekolah : Secara Teori
2)
Dari Instansi : Secara Praktik
3. Tugas
Pembimbing
a.
Membimbing siswa yang melaksanakan praktek kerja;
b.
Mengarahkan tugas yang harus dikerjakan;
c.
Memantau siswa selama jam kerja praktek;
d.
Menilai hasil pekerjaan yang dilakukan siswa praktek.
D. Kegiatan
Adapun kegiatan yang penyusun lakukan selama melaksanakan
praktik kerja di PT.PLN
(PERSERO) RAYON MUARA BULIAN, antara lain, sebagai berikut :
1. Senam Pagi pada Hari Jumat;
2. Menggandakan Dokumen;
3. Mengarsipkan Dokumen;
4. Mentempel dan menyusun TUL/Surat,
Membeli ATK
5. Mencetak surat permohonan, surat
jawaban dan survey
6. Menyusun dokumen di setiap amper
Pelanggan PLN untuk di arsipkan
7. Memilah/menyeleksi tagihan listrik,
memisahkan tagihan pembayaran
8. Mencetak TUL,
9. Memberikan informasi kepada
pelanggan melalui sms, melayani pelanggan
10. Mencatat nomor id pelanggan,
mencatat nama pelanggan, mencatat nomor registrasi, mencari dokumen pelanggan
11. Menscan dokumen, Melipat surat, Menempel
materai
12. mengecek aplikasi2 handphone
karyawan kegiatan pencatatan meter
13. Membuat bukti pembayaran yang telah
dilaksanakan
14. Membuat laporan keterangan pelanggan
15. Mencatat kelangkapan data pelanggan
16. Mengisi BON pelanggan
17. Mengetul
18. Mengirim dokumen
19. Mencari kwh di setiap wilayah
20. Mengikuti COC dan pertemuan cater
21. Mengentri data kwh
E. Hasil yang
diperoleh
Berikut adalah hasil yang Penyusun peroleh selama
melaksanakan praktik kerja di PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN, antara lain :
1.
Mendapatkan
ilmu secara praktek
2.
Mengetahui
aplikasi-aplikasi yang di gunakan di kantor pln
3.
Merasakan
sebagai karyawan di instansi
4.
Mendapatkan
pengetahuan di luar sekolah
5.
Menambah
wawasan dalam belajar
6.
Mendapatkan
motivasi yang membuat siswa menjadi berubah lebih baik dari sebelumnya
F. Permasalahan
Yang Dihadapi
Dalam hal ini,
selama prakerin Penyusun tidak mendapat
masalah-masalah serius yang dihadapi. Penyusun hanya
mengalami sedikit kesulitan dalam mendapatkan bukti belajar praktik kerja siswa, karena banyak
terdapat berkas/dokumen yang bersifat rahasia. Tetapi pembimbing
selalu memberikan arahan terlebih dahulu unuk mendapatkan bukti belajar
tersebut. Pembimbing juga selalu memberikan arahan terlebih
dahulu sebelum Penyusun melakukan tugas-tugas yang diberikan. Sehingga dapat
melaksanakan tugas tersebut dengan baik dan tidak ada masalah. Dan apabila
terdapat sedikit masalah lain atau sesuatu hal lain yang tidak dimengerti,
Penyusun segera menghubungi dan bertanya kepada pembimbing atau karyawan yang
bersangkutan untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dan juga berkonsultasi
kepada pembimbing dari sekolah jika mengalami kesulitan yang lain.
G. Gambaran Umum Tempat Praktik
Visi & Misi PT.PLN (Persero)
Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia
yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi
Insani.
Misi
Menjalankan bisnis kelistrikan dan
bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota
perusahaan dan pemegang saham.
Menjadikan tenaga listrik sebagai
media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan
ekonomi.
Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
Motto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Maksud dan Tujuan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan
usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu
yang memadai serta memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah di
bidang ketenagalistrikan dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip
Perseroan Terbatas
SEJARAH SINGKAT PT. PLN (PERSERO)
WS2JB
Berawal
di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai
ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang
pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan
sendiri.
Antara tahun 1942-1945 terjadi
peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang,
setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.
Proses peralihan kekuasaan kembali
terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada
Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui
delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI
Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan
perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27
Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah
Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik
sebesar 157,5 MW.
Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan
Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik
Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada
tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu
Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara
dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.
Pada tahun 1972, sesuai dengan
Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan
sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha
Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi
kepentingan umum.
Seiring dengan kebijakan Pemerintah
yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis
penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan
Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan
listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.
Sejarah
Berdirinya PLN di Sumatera
v PERIODE I (1924-1942)
Pada tahun 1924 sudah berdiri
perusahaan swasta Belanda yang mengelola kelistrikan di kota Palembang yaitu
NV. Nederland Indische Gas Electriciteits Maatschapij yang disingkat menjadi
NV. NIGEM yang memiliki mesin pembangkit tenaga listrik merk SULZER sebanyak 2
(dua) unit mulai dioperasikan pada tahun 1927 dan mempunyai anak perusahaan di
Tanjung Karang berdiri tahun 1927 yang mulai dioperasikan tahun 1929.
Mesin
pembangkit tenaga listrik yang dimiliki adalah SLM WINTHERTOUR 4 DN sebanyak 2
(dua) unit dengan daya terpasang 180 KW kemudian ditambah dengan mesin KLM
WITHERTOUR 6 DN daya terpasang 400 KW yang mulai dioperasikan tahun 1939, Lahat
tahun 1931, Muara Enim tahun 1931, Baturaja dan Bengkulu tahun 1931
(Berdasarkan data – data tanah yang memiliki perusahaan tersebut). Sebelum
pecah Perang Dunia II NV. NIGEM berubah namanya menjadi NV. Overzeeche Gas EN
Electriciteits Maatschapij yang disingkat NV. OGEM. Daerah kerjanya tidak
berubah (pusat perusahaannya berada di Amsterdam Belanda).
v PERIODE II (1942-1945)
Pada
masa pecahnya Perang Dunia II, dimana tentara Jepang banyak mendapat kemenangan
dalam peperangan di Asia termasuk Indonesia dapat dikuasai Jepang, dengan
demikian perusahaan listrik di kota Palembang dikuasai pula oleh Jepang dan
diberi nama Denky Kyoky. Denky Kyoky tidak bertahan lama sebab Jepang menyerah
ketika kota Hirosima dan Nagasaki dibom oleh Sekutu.
Selama
dikuasai Jepang, kelistrikan di daerah Sumatera bagian Selatan tidak mengalami
perkembangan kecuali di Tanjung Karang di mana sentral pembangkit listrik yang
diledakkan Belanda dapat diperbaiki oleh Jepang. Belanda kembali masuk ke
Indonesia dan perusahaan listrik Denky Kyoky diserahkan kepada Belanda dengan
nama NV. OGEM.
v PERIODE III (1945-1959)
Setelah
Indonesia merdeka dan berdaulat penuh sejak tanggal 17 Agustus 1945 Belanda
masih menguasai dan mengelola perusahaan listrik (NV. OGEM). Pada
tahun 1958 tanggal 27 Desember 1958 tentang nasionalisasi perusahaan milik
Belanda termasuk NV. OGEM diambil alih oleh Republik Indonesia yang dikelola
oleh P3LG (Pemerintah Indonesia dan Langsung dibawah Pengawasan Listrik dan
Gas). Sumatera Selatan yang diatur dalam PP No. 16 tahun 1959 kemudian P3LG
dialihkan di bawah naungan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga (DPUT).
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga nomor : Ment.
I/U/24 tanggal 16 Juni 1959 Listrik dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara
Djakarta (PLND).
v PERIODE IV (1960)
Setelah
terbit Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga nomor : Ment.16/4/10 tanggal
6 Juni 1960 maka terbentuklah struktur organisasi perusahaan umum listrik
negara Exploitasi yang meliputi daerah kerja Sumatera Selatan, Lampung,
Bengkulu dan Riau.
v PERIODE V (1965)
Berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum pada tahun 1965 diadakan perubahan
daerah kerja PLN Exploitasi II, yaitu meliputi Sumatera Selatan, Lampung,
Bengkulu dan Jambi sedangkan Riau diserahkan kepada PLN Exploitasi XIV yang
berkedudukan di Sumatera Barat. Listrik di daerah Jambi setelah
dinasionalisasikan dikelola oleh Kotapradja Jambi.
v PERIODE VI
(1972)
Pada tahun 1972
Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun
1972 yang menegaskan nama perusahaan nama perusahaan listrik menjadi Perusahaan
Umum Listrik Negara (PLN) yang masih di bawah naungan Departemen Pekerjaan Umum
dan Tenaga.
Sehubungan PP
No. 18/1972 diadakan perubahan suasana kerja di mana PLN Exploitasi II diubah
menjadi PLN Exploitasi IV dengan wilayah kerja yang sama.
v PERIODE VII (1975 – JULI 1994)
Nama PLN Exploitasi IV inipun
tidak bertahan lama dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan
Tenaga Kerja Nomor : 013/PRT/1975 tanggal 9 September 1975 mengubah OLN
Exploitasi IV menjadi PLN Wilayah IV dengan wilayah kerja meliputi Sumatera
Selatan, Lampung, Bengkulu dan Jambi dengan kantor wilayah berkedudukan di
Palembang dan satuan kerjanya terdiri dari : PLN Cabang Palembang, PLN Cabang
Tanjung Karang, PLN Cabang Bengkulu, PLN Cabang Jambi, PLN Cabang Tanjung
Pandan dan PLN Sektor Keramasan.
Kebutuhan listrik di
masyarakat terus meningkat, hal ini juga memacu PLN untuk meningkatkan dirinya.
Hal ini terbukti dari bertambahnya satuan – satuan kerja PLN Wilayah IV yaitu :
PLN Cabang Bangka, PLN Sektor Bukit Asam, Unit Pengaturan Beban Sistim Sumatera
Selatan dan yang terakhir adalah PLN Sektor Bandar Lampung.
v PERIODE VIII (1996 – SEKARANG)
Berdasarkan Keputusan Direksi
PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Nomor : 079.K/023/DIR/1996 tentang
Organisasi dan tata kerja PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Pembangkitan
dan Penyaluran Sumatera Bagian Selatan.Bahwa sebagai tindak lanjut Keputusan Direksi PT. PLN
(Persero) Nomor : 010.K.023/DIR/1995 sama dengan Keputusan Direksi PT. PLN
(Persero) Nomor : 022.K.023/DIR/1995 tentang Operasi dan tata kerja PT.
Perusahaan Listrik Negara (Persero), maka dipandang perlu membentuk
pengorganisasian unit bisnis operasional. Tugas pokok pembangkitan dan
penyaluran Sumatera Bagian Selatan adalah melaksanakan kegiatan perencanaan
pengusahaan dan pengembangan sarana penyediaan tenaga listrik. Untuk itu pembangkitan dan penyaluran
Sumatera Bagian Selatan mempunyai fungsi sebagai sistem pelaksanaan konstruksi
perusahaan serta pembekalan penyediaan tenaga listrik, pengolahan SDM, keuangan dan administrasi yang
berada di bawah koordinasi PT. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagsel.
BAB III
PENUTUP
Dengan
mengucapkan Alhamdulillah
kehadirat Allah SWT. Atas terselenggaranya Praktik Kerja Industri di PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN, sehingga
tersusun laporan ini. Sehingga
dapat memenuhi tugas pembelajaran Praktik Keahlian.
Semoga dengan
adanya laporan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan yang lebih berarti,
dan tidak lupa Penyusun sampaikan terima kasih kepada segenap pihak yang telah
membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
A. Kesimpulan
Selama
melaksanakan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) di PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIANini, penyusun
juga mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Penyusun jadi
mengerti, bahwa dalam dunia kerja yang
sesungguhnya.
Setelah melaksanakan praktik kerja di PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN begitu banyak
pengalaman yang diperoleh yang belum Penyusun dapatkan dari sekolah. Melalui
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang dapat lebih membuka pikiran terhadap hal –
hal baru dan informasi- informasi luas, sehingga bisa
menambah wawasan yang
lebih luas.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sendiri mengandung
pengertian pendidikan dua arah atau dua sisi, yaitu pendidikan di dalam dan di luar sekolah. Tujuan
PSG itu sendiri adalah untuk menciptakan siswa yang mempunyai etos kerja tinggi
dan mempunyai keterampilan serta kemampuan yang cukup untuk dapat terjun
langsung ke masyarakat.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) akan berjalan baik bila
semua unsur – unsur yang menjadi penopang saling melengkapi, seperti guru,
siswa, maupun karyawan. PSG sangatlah penting mengingat zaman sekarang
kebutuhan dunia kerja akan tenaga kerja yang terampil dan profesional sangat
dibutuhkan. Dan penyusun yakin pendidikan di Kabupaten Batanghari akan semakin
maju bila program ini benar – benar dilaksanakan dengan baik serta dengan adanya usaha.
B. Saran -
saran
1.
Untuk Sekolah
Kerjasama yang telah
terjalin antara SMKN
1 Batanghari dan PT.PLN (PERSERO) RAYON MUARA BULIAN terutama dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri agar dapat lebih di
tingkatkan lagi supaya proses pelaksanaan Praktek Kerja Industri di masa yang
akan datang akan semakin lancar dan supaya lebih mudah dalam hal penyaluran
lulusan-lulusan SMKN 1 Batanghari.
a.
Diharapkan sekolah dapat lebih
meningkatkan materi dan bimbingan kepada siswa, agar lebih
siap dalam melaksanakan praktik kerja.
b.
Perkembangan
teknologi semakinpesat terutama aplikasi teknologi di dunia kerja perlu
diimbangi dengan persiapan yang matang oleh siswa atau siswi SMKN 1 Batanghari,
sehingga penulis menyarankan agar pihak sekolah memperlengkap alat-alat praktek
dan buku-buku penunjang belajar agar siswa mendapat gambaran informasi
teknologi terkini yang dipakai oleh dunia industry.
c.
Pihak sekolah hendaknya menempatkan
siswa praktik di tempat kerja yang sesuai dengan jurusan / keahliannya.
d.
Diharapkan pembimbing praktik
dari sekolah lebih memperhatikan kedisiplinan anak bimbingnya yang melaksanakan
praktik kerja.
e.
Pembimbing diharapkan lebih sering
memberikan arahan agar menambah keterampilan
siswa praktik.
f.
pembelajaran
teknologi komunukasi agar lebih di tingkatkan.
g.
Supaya setiap saran-saran yang disampaikan dalam laporan benar-benar
diperhatikan oleh sekolah.
2.
Untuk siswa yang akan praktik
a.
Pembekalan yang diberikan oleh sekolah harus diikuti
dengan baik dan tertib sehingga memudahkan saat pelaksanaan praktik kerja.
b.
Persiapkan kemampuan maupun ketrampilan sebaik mungkin sebelum masuk
dunia kerja.
c. selalu mengikuti dan mematuhi tata tertib
yang ada di instansi
d. menjaga nama baik sekolah di instansi yang
akan dilaksanakan